Perayaan Unduh-Unduh, Wujud Ketaatan & Iman pada Perintah Tuhan

image source: http://gbicrownpalace.org//

Iblis paling tidak suka kepada orang beriman. Ia begitu giat untuk mencari mangsa yang dapat ditelannya (1 Petrus 5:8) Yesus saja dicobainyaapalagi kita umatNya.

Ketika kita sibuk menyiapkan diri untuk merayakan unduh-unduh, ia juga sibuk mencari cara untuk menggagalkan niat kita untuk memberi persembahan yangterbaik untuk kemuliaan nama Tuhan.

Hati-hati dengan iblis. Ia sangat licik. Pengalamannya memperdaya Ananias dan Safira mungkin saja dipergunakannya untuk menjatuhkan kita. Oleh tipu daya iblis Ananias dan Safira hatinya tidak tulus dalam menyerahkan persembahannya kepada Tuhan, mereka berdua berani mendustai Roh Kudus Tuhan ( Kisah Rasul 5:8).

Tanpa kita sadari apa yang dilakukan oleh Ananias dan Safira juga sering kita lakukan. Unduh-unduh yang semestinya kita jadikan sebagai perwujudan iman dan ketaatan untuk melakukan perintah Tuhan kita pakai sebagai ajang penggalian dana. Kita tidak memberikan yang terbaik kepada Tuhan sekalipun kita tahu bahwa Tuhan tidak pernah memberi sesuatu yang tidak baik kepada kita. Apa yang yang kita persembahkan tidak sebanding dengan apa yang Tuhan sudah berikan kepada kita. Jika dalam doa kita selalu minta berkat berkelimpahan namun hanya sebagian kecil saja yang kita persembahkan kepadaNya, seperti yang sering kita dengar ketika kita berdoa untuk persembahan kita.

Kita patut bersyukur Kepada Tuhan karena Ia tidak langsung menjatuhkan hukuman kepada kita sama seperti Ananias dan Safira. Ia masih sayang dan memberikan waktu kesempatan kepada kita untuk menikmati kehidupan ini. Karena itu, kita harus belajar mempersembahkan kepada Tuhan apa yang menjadi hakNya. Segala tipu muslihat iblis harus kita lawan dengan firman Tuhan. Jika kita berpegang pada firmanNya maka iblis pasti akan lari tunggang langkang dari kita.

Tuhan meminta agar bangsa Israel mempersembahkan buah sulung kepadaNya, itu tidak berarti bahwa mereka harus mempersembahkan hasil panen yang pertama. Mempersembahkan buah sulung bisa kita artikan bahwa kita harus mengutamakan Tuhan dalam seluruh segi kehidupan kita. Tuhanlah yang seharusnya kita utamakan, bukan diri kita. Juga dalam perayaan unduh-unduh.

Ingat! Jika kita harus memberi persembahan itu bukan karena Ia kekurangan melainkan agar kita diberkati lebih banyak lagi, seperti apa yang dikatakan dalam Amsal 3:9-10 Amsal 3:9-10 (TB) Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *