Perayaan Unduh-Unduh

image source: http://gbicrownpalace.org

Unduh-unduh di kalangan Gereja Kristen Potestan di Bali (GKPB) menjadi salah satu kegiatan yang sudah biasa dilaksanakan. Kegiatan ini sudah dilakukan oleh masing-masing jemaat satu kali dalam setahun bahkan ada gereja atau jemaat yang melaksanakannya dua kali.

Kegiatan perayaan unduh-unduh menjadi salah satu tradisi gereja yang kita warisi dari Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW). GKJW memiliki ikatan sejarah yang tak terpisahkan dengan GKPB. GKJW-lah yang menjadi pengayom, yang melayani GKPB di saat Tsang To Hang Misonaris Christian and Missionary Alliance (CMA) tidak lagi diperkenankan lagi oleh pemerintah Belanda untuk melaksanakan tugas pelayanannya di Bali. Bahkan salah satu warga jemaat saat itu mendapat pendidikan sekolah alkitab di Mojowarno dan akhirnya menjadi pendeta pertama di GKPB. Dia adalah Pdt Made Rungu.

Unduh-unduh berasal dari kata “unduh” yang berarti memetik atau mengambil. Berdasar pengertian tersebut maka setiap perayaan unduh-unduh warga jemaat akan mengambil hasil panen yang terbaik atau buah sulung, baik berupa hasil tanaman maupun ternak untuk dipersembahkan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan.

Mengucap syukur kepada Tuhan merupakan bagian dari iman dan wujud ketaatan warga jemaat untuk melakukan perintah-perintahNya. Kepada bangsa Israel Tuhan berfirman : “Apabila engkau telah masuk ke negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, dan engkau telah mendudukinya dan diam di sana, maka haruslah engkau membawa hasil pertama dari bumi yang telah kau kumpulkan dari tanahmu yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan haruslah engkau menaruhnya dalam bakul, kemudian pergi ke tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam di sana” (Ulangan 26:1-2). Demikian juga dikatakan dalam kitab Amsal 3:9-10 “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.

Mengucap syukur kepada Tuhan adalah sebuah keharusan yang harus dilakukan oleh umat Tuhan. Tidak bisa di tawar-tawar lagi, Itulah yang dikatakan Firman Tuhan. Karena itu baiklah selaku umat Tuhan kitapun belajar untuk melakukan firmanNya. Persiapkanlah hati dan persembahan yang terbaik untuk kemuliaan nama Tuhan, bukan untuk motivasi yang lain. Tuhan tidak melihat apa bentuk dan jumlah persembahan kita. Ia melihat hati dan motivasi kita. Bagi setiap hati yang mau memuliakan nama Tuhan pasti memberikan persembahan yang terbaik baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Perintah yang Tuhan berikan kepada umatNya bukan bermaksud membebani umatNya dan bukan juga karena Tuhan membutuhkannya harta kita. Setiap perintah yang diberikanNya pasti untuk kebaikan kita umatNya. Ingat apa yang dikatakanNya : “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya”.

Oleh: Pdt. I Gusti Made Alit Purya, M.Min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *